Minggu, 23 September 2007

DINASTI SHANG

DINASTI SHANG


Dinasti Shang (1600 – 1046 SM ) adalah dinasti yang menggantikan Dinasti Xia dalam sejarah Tiongkok. Dinasti pertama zaman kuno Tiongkok yang dapat dibuktikan secara kuat oleh data arkeologi adalah Dinasti Shang. Sekitar tahun 1600 SM, Dinasti Shang didirikan oleh pemimpin suku Shang. Raja Tang dari Shang alias Cheng Tang adalah pendiri dan raja pertama Dinasti Shang. Ia terlahir dengan nama Zi Lu. Setelah menggulingkan raja Jie dari Xia, ia mendirikan Dinasti Shang yang menguasai Tiongkok lebih dari lima abad.

Cheng Tang mulanya adalah seorang kepala suku Shang yang merupakan suku terkuat di bagian timur Tiongkok meskipun masih berstatus vassal Dinasti Xia. Mereka mendiami sekitar wilayah Propinsi Henan dan Shandong di hilir Sungai Kuning. Cheng tang adalah seorang pemimpin yang berpandangan jauh ke depan. Melihat situasi negara saat itu yang diperintah oleh Raja Jie yang tiran, timbullah niatnya untuk menumbangkan Dinasti Xia. Pada awalnya suku Shang ber-ibukota di Bo ( Shangqiu ) propinsi Henan, setelah mengalahkan Dinasti Xia, memindahkan ibukota ke barat dan tetap disebut dengan nama Bo ( Yansi ) propinsi Henan.

Setelah naik takhta, Tang memerintah dengan bijaksana terhadap rakyatnya, dengan bantuan dari menteri-menteri berbakat seperti Yiyin dan Zhongyuan, negara semakin kuat dan makmur. Selama pemerintahannya, Tang memerintah dengan baik. Ia menurunkan pajak, memajukan produksi, dan memakmurkan rakyatnya. Pengaruhnya menyebar dengan cepat di wilayah Sungai Kuning banyak kepala suku yang mengabdi kepadanya sebagai vassal. Ia wafat tahun 1588 SM dan digantikan oleh putranya, Taiding. Oleh karena putra sulungnya Taiding mati muda, maka singgasana di wariskan kepada adik Taiding, Waibing ; setelah Waibing meninggal, digantikan oleh adiknya Zhongren ; dan setelah Zhongren meninggal, singgasana diwariskan kembali kepada putra dari Dading, Taijia. Tahun ketiga pemerintahan Taijia, oleh karena memerintah dengan tidak benar dan tidak bermoral, Taijia diasungkan oleh Yiyin ke istana Tonggong. Setelah tiga tahun tinggal di istana Tonggong, Taijia merasa sangat menyesal, sehingga akhirnya Yiyin menjemput dan menyerahkan kembali kekuasaan kepadanya.

Pada mulanya, Dinasti Shang beberapa kali memindahkan ibukotanya, sampai terakhir pada masa pemerintah Pangeng, menetapkan ibukota di Yin ( Anyang ) propinsi Henan, sehingga Dinasti Shang sering juga disebut Dinasti Yin. Setelah Pangeng memindahkan ibukota ke Yin, ekonomi masyarakat Dinasti Shang mengalami perkembangan lebih maju lagi. Sampai kemudian masa pemerintahan Wuding, Dinasti Shang melakukan banyak serangan ekpansi, menaklukan banyak negara kecil disekitarnya, memperluas wilayah teritorialnya, sehingga Dinasti Shang mencapai puncak kejayaanya.

Setelah Wuding meninggal, Dinasti Shang mulai mundur dan melemah.

Raja terakhir Dinasti shang, Dixin atau Zhouwang berhasil memajukan hubungan perekonomian dan kebudayaan dengan membuka hubungan dengan Tiongkok bagian tenggara, perairan Sungai Huaihe dan Changjiang, tetapi karena selalu terlibat dalam peperangan dan membangun istana dalam skala besar, yang sangat menguras dan menghabiskan sumber daya manusia maupun kekayaan rakyat, sehingga menimbulkan kekecewaan dalam hati rakyat.


Wilayah Kekuasaan

Daerah kekuasaan Dinasti Shang :

Timur : mencapai lautan

Barat : mencapai bagian barat propinsi shanxi, timur laut mencapai propinsi Liaoning

Selatan : sekitar Jiangnan ( tidak termasuk propinsi Sichuan,Yunnan, Guizhou dan daerah sekitar barat daya )


Daerah pemerintahan utama masih di sekitar Zhongyuan. Mendirikan ibukota di Bo, sekarang kabupaten Caoxian propinsi Shandong, dan beberapa kali pindah ibukota, terakhir Pangeng memindahkan ibukota ke Yin, sekarang Desa Xiaotuncun, Anyang propinsi Henan, dan oleh karena itu, maka Dinasti Shnag sering juga disebut sebagai Dinasti Yin.


Pemerintahan

Dinasti Shang menetapkan beberapa struktur kenegaraan yang lebih sempurna. Pemerintah pusat membentuk dua departemen penting yaitu departemen sekretariat urusan negara dan departemen tata hukum negara. Daerah–daerah diserahkan kepada bangsawan, guna memperkuat pemerintahan didaerah, dan masih banyak pejabat dan pengawal istana. Sedangkan kekuasaan militer dan peralatan perang tetap ditangan keluarga kerajaan langsung, para negarawan juga menetapkan Xingfa ( hukuman ) dan Jianyu ( penjara ) yang sangat kejam. Selain itu, juga menggunakan kepercayaan agama untuk memperkokoh kekuasaan pemerintah, raja Dinasti Shang bahkan menyebut diri sendiri sebagai wakil dari Tuhan didunia ini, menggabungkan kekuasaan ketuhanan dan kekuasaan kerajaan.


Kondisi Ekonomi

Pertanian Dinasti Shang sudah lebih maju, berbagai jenis tanaman diciptakan menjadi arak, sanggup menciptakan peralatan perunggu yang lebih rapi dan bagus serta sudah bisa membuat keramik putih atau porselin. Oleh karena berkembangnya pertukaran barang, sehingga muncul kota pada awal peradaban manusia, dan merupakan kerajaan yang sangat makmur pada waktu itu. Oleh karena perdagangan DinastiShang sangat maju, hubungan dagang dengan negara disekitarnya juga sangat banyak, sebutan pedagang dalam bahasa Tiongkok, Shangren ( pedagang ), adal;ah berasal dari sebutan orang–orang di negara sekitarnya terhadap orang dari Dinasti Shang. Pertanian adalah bagian paling penting dalam bidang ekonomi, tanah pertanian lebih tertata dan teratur, Jenis pertanian juga lebih banyak. Usaha pertenunan juga mengalami perkembangan dan perternakan yang sangat makmur.

Kebudayaan dan ilmu pengetahuan

Pada Zaman Dinasti Shang, mulai dikembangkan kemampuan kerajinan besi, kerajinan keramik dan porselin, perdagangan juga sangat pesat. Dari hasil penemuan tulang ramalan ( jiaguwen )membuktikan perkembangan tulisan pada masa Dinasti Shang sudah mengalami suatu masa perkembangan yang cukup lama. Hasil arkeologi membuktikan bahwa pada masa awal Dinasti Shang, peradaban Tiongkok sudah berkembang sampai taraf yang cukup tinggi dengan ditandai oleh aksara yang diukir pada tempurung kura–kura atau tulang binatang serta kebudayaan perunggu. Aksara pada tempurung kura-kura atau tulang itu ditemukan dengan sangat kebetulan. Penemuan itu terjadi di sebuah Desa Xiaotun sebelah barat laut yang terletak di propinsi Henan pada awal abad ke-20, dari seorang petani yang menjual tempurung kura-kura dan tulang binatang yang secara kebetulan sebagai bahan obat tradisional Tiongkok. Tak lama kemudian, para ahli aksara kuno Tiongkok memastikan aksara yang terukir diatas tempurung kura-kura dan tulang itu adalah huruf Dinasti Shang, dan memastikan Desa Xiatoun sebagai Yinxi, Peninggalan puing bekas tempat kedudukan ibukota Dinasti Shang yang disebut-sebut dalam buku zaman kuno.

Penemuan dan penggalian Yinxi adalah penemuan arkeologi yang terpenting pada abad ke-20 di Tiongkok. Pada Dinasti shang, raja akan menujumkan baik buruknya sebelum melakukan sesuatu. Tempurung kura-kura dan tulang binatang adalah alat nujum. Hasil penggalian arkeologi dan penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa pada masa Dinasti Shang, negara sudah terbentuk dan sistem hak milik swasta juga sudah ditegakkan pada pokoknya. Sejak itu, sejarah Tiongkok memasuki zaman peradaban.

Masa Yin ( persetengahan terkahir dari Dinasti Shang ), meninggalkan sejumlah catatan bersejarah yang mengandung keterangan mengenai politik, ekonomi, budaya, agama, ilmu bumi, ilmu kalam, penanggalan, seni dan pengobatan pada masa itu, dan demikian memberikan sudut pandang yang terpenting sehubungan dengan tahap awal peradaban Tionghoa.



Tidak ada komentar: